Tugas dal layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan untuk mewujudkan pengembangan diri secara optimal melalui fungsi-fungsi berikut:
1. Fungsi pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan pemahaman oleh pihak-pihak tertentu untuk pengembangan dan penanganan masalah peserta didik; pemahaman itu meliputi:
Pemahaman tentang diri dan kondisi peserta didik, terutama oleh peserta didik sendiri, orang tua, dan guru pembimbing.
Pemahaman tentang lingkungan peserta didik (termasuk di dalamnya lingkungan keluarga dan sekolah), terutama oleh peserta didik sendiri, orang tua, dan guru pembimbing.
Pemahaman tentang lingkungan yang lebih luas (termasuk di dalamnya informasi pendidikan, informasi jabatan/pekerjaan, dan informasi sosial dan budaya/nilai-nilai), terutama oleh peserta didik.
2. Fungsi pencegahan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul, yang dapat mengganggu, menghambat ataupun menimbulkan kesulitan atau kerugian-kerugian tertentu dalam proses perkembangannya.
3. Fungsi pengentasan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami peserta didik.
4. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang menghasilkan terpelihara dan terkembangankannya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.
Selain fungsi-fungsi bimbingan dan konseling di atas, maka fungsi bimbingan di sekolah dapat juga dijabarkan sebagai berikut:
Fungsi distributif bimbingan artinya fungsi bimbingan dalam hal membantu siswa untuk menyalurkan kemampuan (kecerdasan, bakat), minat, cita-cita, prestasi akademis, hobby dan sebagainya ke arah pendidikan dan pekerjaan yang sesuai.
Fungsi adaptif bimbingan yaitu fungsi bimbingan dalam hal membantu staf sekolah (Kepala sekolah, guru, pegawai administrasi) untuk menyesuaikan strateginya dengan minat, kebutuhan serta kondisi siswa.
Fungsi adjustif bimbingan yaitu fungsi bimbingan dalam hal membantu siswa agar dapat menyesuaikan diri secara tepat dengan lingkungannya terutama lingkungan sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Masa remaja adalah masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun yang diikuti perkembangan fisik dan psikis. Dalam perkembangan kehidupan, manusia.
mengalami tiga masa perkembangan yang penting, yaitu :
1. Masa kanak-kanak adalah masa sejak lahir sampai dengan usia 11 tahun
2. Masa remaja adalah masa antara usia 12-21 tahun
3. Masa dewasa adalah masa diatas usia 21 tahun
Ciri-ciri pada masa remaja :
1. Pertumbuhan tubuh cepat besar
2. Mudah tersinggung (impulsive)
3. Mulai memeperhatikan dirinya sendiri
4. Mudah berubah-ubah anatar sedih, bahagia, marah
5. Mulai tertarik dengan lawan jenis
6. Berkembangnya unsur seksual
7. Senang mencari perhatian
8. Membentuk kelompok.
Perubahan Fisik
Perubahan fisik adalah perubahan pada diri seseorang mengenai perubahan jasmani, seperti tinggi badan, berat badan, dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa perubahan fisik yang terjadi pada masa remaja:
a. Laki-laki
Perubahan yang dialami seperti : pertumbuhan tulang-tulang, testis (buah pelir) membesar, tumbuh bulu kemaluan, awal perubahan suara, ejakulasi (keluarnya air mani), pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya, tumbuh rambut-rambut halus di wajah (kumis, jenggot), tumbuh bulu ketiak, rambut-rambut di wajah bertambah tebal dan gelap, tumbuh bulu di dada, dan lain sebagainya.
b. Perempuan
Perubahan yang dialami seperti : pertumbuhan tulang-tulang (badan menjadi tinggi, anggota-anggota badan menjadi panjang), pertumbuhan payudara, tumbuh bulu yang halus berwarna gelap di kemaluan, mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimum setiap tahunnya, mentruasi , tumbuh bulu-bulu ketiak, dan lain sebagainya.
Perubahan Psikis
Perubahan psikis adalah perubahan mengenai rohani seseorang seperti tingkah laku, sikap, mental, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah beberapa prubahan psikis pada masa remaja :
Keadaan emosi yang tidak stabil sehingga remaja mudah merasa gembira sekaligus mudah sedih. Keadaan ini menjadikan remaja memiliki emosi yang meledak-ledak.
Perasaan menjadi sangat peka atau sensitive. Situasi tertentu dapat menjadikan remaja mudah tersentuh dan tersinggung.
Sikap mental agresif, ditunjukkan dalam bentuk suka menentang kepada aturan atau perintah. Keadaan ini muncul karena dalam diri anak mulai merasakan bahwa ia sudah tidak mau lagi disebut sebagai anak kecil dan menganggap dirinya sudah dewasa dan berhak menentukan pilihan dan kemauannya sendiri.
Mulai mencari identitas diri. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai perilaku, antara lain:
Senang berkelompokan melakukan kegiatan bersama kelompoknya
Senang melakukan hal-halang menantang, yang cenderung memuaskan perasaan ingin tahu yang begitu besar terhadap sesuatu hal, maka sering anak remaja ini melakukan sesuatu yang di luar perhitungan akan kemampuannya.Senang menarik perhatian orang lain dengan melakukan sesuatu yang menyalahi aturan pada umumnya.
Permasalahan Yang Muncul dari Perubahan Fisik dan Psikis Remaja
Ketidakmatangan intelektual dan emosional. Hal ini berakibat pada tindakan yang tidak rasional, cenderung emosional dan tanpa pikir panjang.
Penerimaan (akseptansi) menyeluruh terhadap setiap perubahan bentuk dan fungsi tubuhnya sebagai usaha penyesuaian diri terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Mereka merasa tidak puas akan penampilannya. Mereka terhambat dalam hal akseptansi karena menyadari pentingnya penampilan dalam penerimaan sosial. Apalagi pada saat pubertas ini, minat terhadap jenis kelamin lain mulai berkembang pula.
Perkembangan seksual yang meningkat. Pemuasan dorongan seks masih dipersulit dengan banyaknya tabu sosial, sekaligus juga kekurangan pengetahuan yang benar tentang seksualitas yang pada awalnya berupa keinginan untuk jatuh cinta atau bercinta
Krisis identitas. Setiap remaja harus mampu melewati krisisnya dan menemukan jati dirinya. Sehingga dapat memahami dirinya sendiri, kemampuan dan kelemahan dirinya serta peranan dirinya dalam lingkungannya.
Ikatan kelompok yang kuat. Ketidakmampuan remaja dalam menyalurkan segala keinginan dirinya menyebabkan timbulnya dorongan yang kuat untuk berkelompok. Dalam kelompok, segala kekuatan dirinya seolah-olah dihimpun sehingga menjadi sesuatu kekuatan yang besar.
Cara Menyesuaikan Diri Dengan Perubahan Fisik Dan Psikis Masa Remaja
Penyesuaian diri yang harus dilakukan pada masa remaja meliputi perkembangan intelegensi, perkembangan peran sosial, perkembangan peran seksual dam perkembangan moral dan religi.
1. Penerimaan Atas Diri Sendiri
Perubahan dan perkembangan yang pesat oleh remaja sebaiknya dapat dijadikan motivasi untuk dapat menjadi seseorang yang dapat mencapai kematangan menuju kedewasaan yang bertanggung jawab terhadap diri dan kehidupan sekitarnya. Janganlah berpikir jika perubahan bentuk tubuh yang terjadi itu adalah sebuah kesialan karena tidak seperti yang kita inginkan, siswa harus dapat menerimanya bengan lapang dada karena masih banyak orang lain yang mungkin lebih buruk dari yang kita alami sekarang.
2. Membiasakan hidup sehat
3. Mengatur aktifitas
4. Menanamkan keimanan kepada Tuhan YME. Ketebalan dan kekuatan iman merupakan kunci pokok perkembangan mental
5. Menghindari pengaruh lingkungan yang tidak baik. Ini merupakan hal yang paling sulit, karena ada perasaan takut dikucilkan
6. Mengarahkan aktifitas berkelompok di kalangan remaja ke arah kegiatan yang positif misalnya menyalurkan hobi berkelahi dengan mengikutsertakan anak dalam klub bela diri, dan sebagainya.
Sebagai makhluk sosial manusia yang hidup di dunia ini tidak akan hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Keterbukaan untuk saling mengenal dan dikenal, menerima dan diterima, memahami dan dipahami merupakan syarat untuk menciptakan suatu hubungan dengan banyak orang.
Dalam penciptaan hubungan ini juga dibutuhkan suatu komukasi yang baik. Dengan komunikasi yang baik akan tercipta suatu pencapaian hubungan baik dengan banyak orang.
1. Arti pentingnya menjalin hubungan baik dengan banyak orang
Hubungan baik dengan banyak orang atau biasa disebut dengan hubungan antar pribadi merupakan hasil interaksi yang dilakukan oleh seseorang untuk membina suatu keakraban, kedamaian, saling menghoramti, saling memahami dan saling menerima satu dengan lainnya serta saling mengenal dan dikenal untuk mewujudkan keinginan bersama dalam lingkup kelompok.
2. Manfaat mempunyai hubungan baik degan banyak orang
Dengan menjalin hubungan dengan banyak orang, seseorang akan dapat memahami pribadi lain sehingga secara tidak langsung akan belajar untuk mengenali dirinya sendiri. Dengan suatu hubungan baik pula suatu kelompok akan dapat mewujudkan tujuan yang ingin dicapai bersama. Dalam hal ini akan timbul keterbukaan, saling memahami, saling mengerti sehingga tercipta suasana I’m Ok- You are Ok.
3. Dalam memelihara hubungan baik tersebut perlu memperhatikan:
Tidak berhubungan hanya dengan satu orang
Untuk membangun suatu hubungan yang sehat, diperlukan komunitas yaitu sahabat, kenalan, teman sesama anggota dalam kelompok yang memiliki kepentingan dan kebutuhan yang sama.
Bersikap menyenangkan terhadap satu dengan lainnya
Menciptakan keadaan yang menyenangkan, penuh keceriaan merupakan resep yang baik untuk memelihara hubungan baik dengan banyak orang.
Mengetahui keadaan keluarga
Dengan mengetahui keadaan keluarga maka secara tidak langsung dapat memahami dan mengetahui seluk beluk keadaan orang yang dekat dengan kita.
Jangan mudah marah
Cara baik untuk meredam kemarahan ialah dengan mengetahui penyebab dari masalah yang timbul itu. Seseorang tidak mungkin menghilangkan perasaan marah secara efektif dengan cara membangkitkan perasaan marah orang lain (balas dendam).
e. Menjaga komitmen yang telah dibuat
Menjaga kesepakatan yang telah dibuat agar tidak mengecewakan orang lain karena tidak menepati janji.
Dapat mengendalikan diri
Seseorang harus dapat mengendalikan dirinya agar dapat memelihara suatu hubungan baik dengan banyak orang.
Menyelesaikan konflik
Untuk dapat memelihara hubungan baik dengan banyak orang dengan jalan damai perlu adanya penyelesaiaan bila terjadi suatu konflik.
Sampai saat ini guru BK masih dianggap menakutkan. Pandangan tentang Guru BK sebagai guru khusus untuk siswa bermasalah masih tetap melekat di sebagian besar sekolah. Anggapan bahwa siswa yang berhubungan dengan guru BK adalah siswa yang bermasalah pun masih melekat dalam pikiran sebagian besar personil sekolah, siswa, dan orang tuanya. Sehingga gambaran menakutkan tentang guru BK sebagai polisinya sekolah telah menumbuhkan keengganan sebagian besar siswa untuk berhubungan dengan guru BK.
Arti bimbingan berdasarkan concept, construct, dan program adalah proses member bantuan kepada seseorang untuk memahami dirinya, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan. Di dalam peraturan pemerintah, PP No. 28/1990 tentang pendidikan Dasar, Bab X, Pasal 25 Ayat 1 : Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan.
Dari pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan yang berkaitan dengan pengertian bimbingan, yaitu :
1. Bimbingan merupakan suatu proses yang berkelanjutan.
2. Bimbingan merupakan proses membantu individu.
3. Bantuan yang diberikan adalah kepada setiap individu yang memerlukannya di dalam memecahkan masalah yang dihadapinya.
4. Bantuan yang diberikan bertujuan individu dapat mengembangkan dirinya secara optimal menjadi pribadi-pribadi yang mandiri.
5. Untuk mencapai tujuan bimbingan seperti tersebut di atas, digunakan pendekatan pribadi dengan menggunakan berbagai teknik dan media bimbingan
6. Dalam melaksanakan usaha dengan berbagai media tersebut di atas, pembimbing hendaknya menciptakan suasana asuhan yang penuh rasa kasih sayang, keakraban, hormat-menghormati, saling mempercayai, dan tanpa pamrih.
Di atas telah diuraikan pengertian bimbingan, dan berikut ini akan dibahas hubungan bimbingan dan konseling. Pengertian konseling merupakan serangkaian hubungan langsung dengan individu dengan tujuan memberikan bantuan kepadanya dalam mengubah sikap dan tingkah lakunya. Dapat dikatakan bahwa konseling merupakan salah satu teknik pelayanan dalam bimbingan secara keseluruhan, yaitu dengan memberikan bantuan secara individual (face to face). Bimbingan dan konseling mempunyai hubungan yang sangat erat, perbedaannya terletak di dalam tingkatannya. Kedudukan bimbingan dalam pendidikan adalah bimbingan merupakan salah satu bagian dari kegiatan pendidikan di sekolah, yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan agar siswa memperoleh kesejahteraan lahir batin dalam proses pendidikan yang sedang ditempuhnya, sehingga dapat mencapai tujuan. Sedangkan tujuan bimbingan dan konseling adalah mengembangkan potensi siswa secara optimal agar mampu meningkatkan peranannya dalam rangka menjawab tantangan kehidupan masa depan. Secara khusus, layanan bimbingan bertujuan membantu siswa agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial, pendidikan dan karir sesuai dengan tuntutan lingkungan. Terdapat beberapa fungsi dalam bimbingan dan konseling, diantaranya fungsi pemahaman, fungsi pencegahan, fungsi perbaikan, fungsi pemeliharaan dan fungsi pengembangan.
Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling meliputi :
1. Bimbingan merupakan bagian integral dari keseluruhan program pendidikan.
2. Bimbingan dilaksanakan dengan mempedulikan semua perkembangan pribadi setiap individu.
3. Cara utama yang digunakan oleh bimbingan ialah proses perilaku perorangan.
4. Bimbingan berorientasi kepada kerjasama bukan paksaan.
5. Bimbingan berdasar pada pengakuan : martabat, harga diri individu, dan hak mereka memilih, Bimbingan tumbuh berdasarkan pemikiran demokratis, persamaan dasar dari tiap individu, dan kebebasan untuk menentukan pilihan.
6. Bimbingan merupakan suatu proses pendidikan, bertahap, dan berlanjut.
7. Bimbingan diberikan kepada semua siswa dan bukan hanya untuk siswa yang menghadapi masalah.
8. Bimbingan dilakukan seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang dimiliki konselor sebagai pelaksana bimbingan dan bila perlu dikonsultasikan kepada kepala sekolah dan tenaga yang lebih ahli.